frame 1 bappeda (5)

Rapat Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kondisi Daerah Kabupaten Kotabaru Tahun 2024

Pada hari Senin, tanggal 29 Januari 2024 telah dilaksanakan Rapat Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kondisi Daerah Kabupaten Kotabaru Tahun 2024 di Ruang Rapat Bappeda Lantai III yang dipimpin oleh Sekretaris Bappeda Bapak Muhamad Zuhriansyah, S.IP, M.IP dan dihadiri oleh Kepala BPS dan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Dari Kepala BPS
    • RPJPD Kabupaten selaras dengan Indonesia Emas 2045
    • Untuk target capaian indicator makro diperlukan Forum Diskusi Pemda dengan BPS, BPS dapat melakukan proyeksi untuk menjadi bahan pertimbangan sedangkan untuk penentuan target oleh Pemda.Dari Bapenda
  2. Dari Bapenda
    • Menyampaikan Proyeksi Pendapatan 2025
    • Adanya pemindahan option dari provinsi yaitu BKB/BPNKB (63%), sehingga ada peningkatan di sisi PAD.
    • Pendapatan transfer masih berdasarkan target 2024 sesuai dengan aturannya.
    • Adanya dana TDF yang sebagian didepositokan maka akan meningkatkan PAD lain-lain yang sah.
    • Secara umum proyeksi pendapatan 2025 sedikit lebih rendah dari target pendapatan 2024.
frame 1 bappeda (5)

Rapat persiapan Evaluasi Renja 2024 dan Sosialisasi Entri di Sismonev

Pada hari Selasa, tanggal 23 Januari 2024 telah dilaksanakan Rapat persiapan Evaluasi Renja 2024 dan Sosialisasi Entri di Sismonev di Ruang Rapat Bappeda Lantai III yang dihadiri oleh Satuan Kepala Perangkat Daerah dan Kecamatan se Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Rapat bertujuan untuk koordinasi capaian Evaluasi Renja Tahun 2023 dan persiapan entri di aplikasi Sismonev tahun 2024.
  2. Rapat dihadiri seluruh perangkat daerah dan kecamatan, yang dihadiri oleh para Kasubbag Perencanaan atau yang mewakili.
  3. Koordinasi dan sinkronisasi capaian  evaluasi Renja Perangkat Daerah Tahun 2023, beserta entri capaian evaluasi Renstra SKPD pada tahun ke 2 pada aplikasi Sismonev.
  4. Persiapan dan sosialiasi tata cara untuk pelaksanaan evaluasi evaluasi Renja Tahun 2024.
frame 1 bappeda (5)

Rapat Evaluasi Pekerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Triwulan IV Tahun 2023 dan Persiapan Pelaksanaan DAK Tahun 2024

Pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2024 telah dilaksanakan Rapat Evaluasi Pekerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Triwulan IV Tahun 2023 dan Persiapan Pelaksanaan DAK Tahun 2024 di Ruang Rapat Bappeda Lantai III yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan SETDA, Bapak Drs. H. Murdianto, M.Si dan dihadiri oleh beberapa SKPD terkait di Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Rapat bertujuan untuk koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan DAK Tahun 2023. Dan persiapan pelaksaan DAK Tahun 2024.
  2. Asisten 2, inventarisir apa saja kendala untuk pelaksanaan DAK Non Fisik, sama-sama mencari solusi untuk menaikkan capaian realisasi fisik dan keuangannya.
  3. SKPD menyampaikan capaian kinerja dan keuangan untuk pelaksanaan DAK tahun 2023.
  4. Bidang Air Minum, target 260 SR realisasi menjadi 265 SR untuk Kecamatan Hampang, untuk Pudi target 250 SR realisasi menjadi 350 SR.
  5. BOS SD, realisasi Rp. 30.759.000.000.
  6. BOP PAUD, SD, SMP capaian kinerja dan keuangan final akan disampaikan Kembali.
  7. BOK, rata-rata capaian keuangan 56,98% dan fisik 33,25%. Kendala yang dihadapi adalah SPJ untuk perjalanan dinas, sehingga masih rendah serapan anggarannya.
  8. Dinas P3AP2KB, kendalanya yaitu keterlabambatan dalam peng SPJ an, dan kegiatan tersebut tidak dilaksanakan oleh PPTK.
  9. Penyampaian pelaksanan DAK Tahun 2024, fisik (tematik) dan non fisik.
  10. BPKAD, penyaluran dana DAK Tahap I tahun 2024 paling lambat tanggal 31 Juli, salah satu syaratnya adalah review data pelaksanaan DAK pada tahun 2023.
  11. Akan dilaksanakan rapat lanjutan untuk pelaksanaan DAK tematik tahun 2024, direncanakan pada akhir bulan Januari 2024.
frame 1 bappeda (5)

Rapat Koordinasi Penentuan, Tema, Focus Pembangunan, Isu Strategis Daerah, Prioritas Daerah pada Dokumen Rancangan Awal RKPD Tahun 2025

Pada hari Rabu, tanggal 10 Januari 2024  telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Penentuan, Tema, Focus Pembangunan, Isu Strategis Daerah, Prioritas Daerah pada Dokumen Rancangan Awal RKPDTahun 2025 di Ruang Rapat Bappeda Lantai III. Adapun hasil dari rapat tersebut adalah melakukan penyusunan draft Tema, Focus Pembangunan, Isu Strategis Daerah, Prioritas Daerah pada dokumen Rancangan Awal RKPD Tahun 2025.

  • Tema:
    Pembangunan Infrastruktur dan Pariwisata Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
  • Fokus Pembangunan
  1. Pengembangan ekonomi dan peningkatan iklim investasi yang selaras dengan tata ruang dan berwawasan lingkungan hidup
  2. Pemerataan infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat yang selaras dengan tata ruang dan berwawasan lingkungan hidup
  3. Pengembangan UMKM, peningkatan kualitas tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan
  4. Pemerataan pendidikan dan perluasan cakupan jaminan kesehatan
  5. Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan
  • Isu Strategis:
  1. Belum optimalnya pengembangan sektor ekonomi Kabupaten Kotabaru dalam peningkatan ekonomi dan investasi
  2. Belum mantapnya infrastruktur dasar termasuk infrastruktur perumahan dan permukiman serta infrastruktur pendukung ketahanan lingkungan dan iklim
  3. Belum terintegrasinya upaya penanggulangan kemiskinan
  4. Belum optimalnya kualitas sumber daya manusia
  5. Belum optimalnya tata kelola pemerintahan dan pelayanan berbasis digital
  • Prioritas Daerah:
  1. Meningkatkan pemenuhan pelayanan penunjang sektor perekonomian
  2. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur dan pengelolaan Lingkungan Hidup
  3. Meningkatkan penanggulangan kemiskinan
  4. Meningkatkan kualitas SDM
  5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik
frame 1 bappeda (5)

Verifikasi Usulan Musrenbang Kecamatan Tahun 2024

Pada hari Senin, tanggal 08 Januari 2023 telah dilaksanakan rapat Verifikasi Usulan Musrenbang Kecamatan Tahun 2024di Ruang Rapat Bappeda Lantai III yang dihadiri oleh Sekretaris Bappeda, Semua Kepala Bidang dan Mitra Bappeda Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Melakukan verifikasi usulan Masyarakat (musrenbang kecamatan) yang telah diinput oleh Desa di aplikasi SIPD RI.
  1. Diuraikan oleh Admin SIPD RI kepada Mitra Bappeda mengenai tata cara memverifikasi usulan Masyarakat didalam aplikasi SIPD RI.
  2. Para Mitra Bappeda melakukan verifikasi terhadap usulan Masyarakat tahun 2024 untuk RKPD Tahun 2025.
  3. Hasil verifikasi akan ditindaklanjuti ke verifikasi oleh Kecamatan
frame 1 bappeda (5)

Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RKPD) Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045

Pada hari Selasa, tanggal 19 Desember 2023 telah dilaksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RKPD) Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045 di Operation Room Setda Kab. Kotabaru, yang dihadiri oleh seluruh organisasi perangkat daerah, kecamatan se-Kabupaten Kotabaru dan Forcopimda Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Acara bertujuan untuk melaksanakan salah satu tahapan Permendagri 86 Tahun 2017 untuk penyusunan RPJPD Kabupaten/Kota.
  2. Sambutan Bupati Kotabaru yang dismapaikan oleh Sekretaris Daerah Bapak Drs. H. Said Akhmad, MM, sekaligus membuka acara FKP. Permasalahan lingkungan, sosial, seni & budaya, fasilitas umum. RPJMD menjadi  pedoman dalam melaksanakan arah kebijakan pembangunan untuk setiap Kepala Daerah.
  3. Ketua DPRD Kab. Kotabaru, Bapak Syairi Mukhlis, S.Sos, memperjuangkan aspirasi Masyarakat, arahan RPJPD 2025-2045, sebagai dasar acuan untuk penyusunan RPJMD, sebagai tolak ukur pelaksanaan evaluasi kinerja pemerintah daerah. RPJPD merupakan pedoman untuk pelaksanaan pembangunan daerah. Memeperhatikan kondisi wilayah Kab. Kotabaru. Kendala salah satunya ada pada luas wilayah yang terbagi menjadi 2 wilayah, panjang jalan 1205 km, jalan yang baik sekitar 70%, pertumbuhan ekonomi didukung penuh oleh infrastruktur yaitu pada kondisi jalan. Permasalahan pertanian, bidang Perkebunan agar dibentuk SKPD tersendiri. Pangan, kedaulatan dan ketahanan pangan, satu data untuk data pertanian, pengadaan bibit yang sesuai dengan kondisi lahan. Agrobisnis masih belum terlihat capaiannya. Urusan Pendidikan, infastruktur pendidikan masih belum memadai, 1 desa 1 sarjana 1 ulama yang akan dibiayai dengan APBD. Urusan Kesehatan, keluhan Masyarakat yang tidak termasuk dalam PBI sehingga tidak terlayani dengan baik, Solusi dengan perbaikan data, dana pendampingan kesehatan. Rumah Sakit, 28 puskesmas, kekurangan tenaga dokter. Pulaulaut, banjir dan kekeringan, perencanaan untuk penataan dalam kota untuk drainase. Penanganan jangka panjang, pembuatan kanal/waduk di wilayah desa Dirgahayu (Kodim, Kantor Kemenag, Kantor Kejaksaan) dan sekalian juga dijadikan RTH. Penyiapan air baku dengan dana kompensasi.
  4. Kepala Bappeda Kab. Kotabaru, Ir. Rurien Srihardjanti, MM, penyampaian paparan untuk Rancangan Awal RPJPD Kab. Kotabaru Tahun 2025-2045. Pengembangan kewilayahan, sigam pl utara, pariwisata, sebuku industri dan pariwisata, pangan industri pariwisata, KP maritim, wisata Bahari. S2TS (Stagen, Sebelimbingan, Tarjun, Serongga) adalah kawasan pengembangan, perkantoran parisiwata, bandara dan Kawasan indsutri. Sengayam Kawasan penyokong IKN.
  5. Kepala Bappeda Provinsi Kal-Sel, Dr. Ir. Ariadi Noor, M.Si, arahan RPJPD Kab. Kotabaru, agar RPJPD Kab. Kotabaru selaras dan serasi dengan RPJPD Provinsi. Bulan Agustus sudah jadi RPJPD definitif. Masih dilakukan proses penyesuaian dengan Kemendagri terkait  8 Misi, 17 Arah Kebijakan dan 45 Indikator untuk kedaerahan. Direncanakan membangun Pelabuhan baru di Mekarputih.
  6. Sekretaris DPMPTSP, Pak Fuad, kebijakan untuk investasi, UMKM dan kewenangan, duduk bersama untuk membuat peraturan kebijakan mempermudah investasi di Kotabaru
  7. Sekretaris Inspektorat, Pak M. Zen Noor, ketahanan energi, apakah dari internal atau dari pusat atau daerah lain. Ketahanan energi seperti apa yang dimaksud. Energi hijau, energi fosil menjadi energi terbarukan. Setiap kantor yang dibangun agar memiliki solar cell. Agar Kab. Kotabaru bisa memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal.
  8. Tanggapan dari Kepala Bappeda Kab. Kotabaru, masukan akan dijadikan sebagai bahan materi penyusunan dokumen, pengembangan pemasaran untuk UMKM. Agar bisa diakomodir dalam Renja DPMPTSP. Perbaikan infrastruktur untuk menarik para investor. Sudah mulai melakukan kajian untuk energi terbarukan seperti energi bayu dan selanjutnya agar bisa diimplementasikan.
  9. Tanggapan dari Ibu Herlina, SE energi bayu akan dijadikan sebagai pilot project di Kab. Kotabaru. Untuk lebih detailnya akan menjadi bahan diskusi kemudian.
frame 1 bappeda (5)

Persiapan Pengusulan Rencana Pekerjaan Tahun 2025

Pada hari Kamis tanggal 07 Desember 2023 telah dilaksankan Persiapan Pengusulan Rencana Pekerjaan Tahun 2025 di Ruang Rapat Bappeda Lantai III yang dihadiri oleh seluruh Kecamatan se-Kabupaten Kotabaru. Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Melakukan persiapan pengusulan pekerjaan pembangunan pada tahun 2025 melalui aplikasi SIPD RI.
  2. Dijelaskan mengenai tahapan pengusulan kegiatan termasuk kaitannya dengan Musrebang Desa dan Kecamatan.
  3. Dijelaskan mengenai kamus usulan sebagai panduan dalam menyusun daftar usulan.
  4. Dijelaskan mengenai tata cara penginputan usulan di SIPD RI.
  5. Diskusi dilakukan dalam mendalami masalah pengusulan ini.
frame 1 bappeda (6)

Orientasi Renja Perangkat Daerah Tahun 2025

Pada hari Senin, tanggal 20 November 2023 telah dilaksanakan Orientasi Renja Perangkat Daerah Tahun 2025, di Ruang Rapat Bappeda Lantai III yang dihadiri oleh seluruh organisasi Perangkat Daerah dan Kecamatan se-Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Rapat bertujuan melakukan orientasi penyusunan Renja Tahun 2025 terkait dengan penyusunan RKPD Tahun 2025.
  2. Dijelaskan agenda perencanaan di tahun 2025 antara lain penyusunan RPJPD, RPJMD (teknokratik), Rensta, dan Renja.
  3. Persiapan penyusunan Renja antara lain diperlukan tim penyusun Renja untuk masing-masing SKPD, SK dibuat kolektif oleh Bappeda maka SKPD/Kecamatan untuk mengumpulkan daftar ke Bappeda.
  4. Diuraikan tahapan penyusunan Renja, serta sistematika Renja dan diskusi mengenai penyusunan Renja.
frame 1 bappeda (6)

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rancangan Awal RPJPD Kab. Kotabaru Tahun 2025 – 2045

Pada hari Selasa dan Rabu, tangga 14 – 15 November 2023 telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rancangan Awal RPJPD Kab. Kotabaru Tahun 2025 – 2045 di Ruang Rapat Bappeda Lantai III, yang dihadiri oleh seluruh organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Focus Group Discussion (FGD) RPJPD Kab. Kotabaru bertujuan membahas isu strategis, visi dan misi RPJPD Kab. Kotabaru dalam rangka penyusunan Ranwal RPJPD Kab. Kotabaru.
  2. Tim penyusun RPJPD Kab. Kotabaru dari UGM memaparkan outline Ranwal RPJPD Kab. Kotabaru, serta keselarasan dengan rancangan akhir RPJPN dan RPJPD Provinsi Kalimantan Selatan.
  3. Diskusi dengan peserta mengenai isu strategis, visi dan misi RPJPD Kab. Kotabaru.
  4. Masukan dan saran SKPD dituangkan ke dalam Kertas Kerja dan segera diserahkan ke Bappeda untuk menjadi bahan penyempurnaan Rancangan Awal RPJPD Kab. Kotabaru.
kickoffmeeting

Kick Off Meeting Penyusunan RPJPD Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045

Pada hari Rabu, di Oproom Setda Kabupaten Kotabaru, telah dilaksanakan Kick Off Meeting Penyusunan RPJPD Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Acara Kick Off Meeting penyusunan Ranwal RPJPD Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045 bertujuan memberikan arahan bagi SKPD dan Kecamatan se-Kotabaru yang akan terlibat dalam penyusunan RPJPD Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045.
  2. Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Bapak Dr. Ir. Ariadi Noor, M.Si memaparkan mengenai RPJPN dan RPJPD Provinsi. Serta kaitannya dengan permasalahan dan isu-isu strategis nasional yang perlu dipedomani oleh Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam menyusun RPJPD. Kepala Bappeda Provinsi juga menyoroti capaian-capaian makro pembangunan Kabupaten Kotabaru yang juga perlu menjadi perhatian.
  3. Kepala Bidang P2E menyampaikan arahan terkait penyusunan RPJPD Kabupaten Kotabaru dan peran SKPD dan kecamatan
  4. Ketua Tim Penyusun Ranwal RPJPD menjelaskan penyusunan RPJPD serta akan meminta data-data pada kertas kerja yang akan disampaikan kepada SKPD dan Kecamatan.
  5. Beberapa isu yang dapat menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan di Kabupaten Kotabaru antara lain KEK Mekarputih, SPKT, dan Jembatan Penghubung selain itu ada RDTR Kawasan yang perlu juga diperhatikan, penguasaan lahan terkait perizinan investasi, pengembangan layanan kesehatan misalnya pengembangan RSUD serta isu-isu nasional seperti SPM dan SDGs.