frame 1 bappeda (5)

Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RKPD) Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045

Pada hari Selasa, tanggal 19 Desember 2023 telah dilaksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RKPD) Kabupaten Kotabaru Tahun 2025-2045 di Operation Room Setda Kab. Kotabaru, yang dihadiri oleh seluruh organisasi perangkat daerah, kecamatan se-Kabupaten Kotabaru dan Forcopimda Kabupaten Kotabaru.

Adapun hasil dari rapat tersebut adalah :

  1. Acara bertujuan untuk melaksanakan salah satu tahapan Permendagri 86 Tahun 2017 untuk penyusunan RPJPD Kabupaten/Kota.
  2. Sambutan Bupati Kotabaru yang dismapaikan oleh Sekretaris Daerah Bapak Drs. H. Said Akhmad, MM, sekaligus membuka acara FKP. Permasalahan lingkungan, sosial, seni & budaya, fasilitas umum. RPJMD menjadi  pedoman dalam melaksanakan arah kebijakan pembangunan untuk setiap Kepala Daerah.
  3. Ketua DPRD Kab. Kotabaru, Bapak Syairi Mukhlis, S.Sos, memperjuangkan aspirasi Masyarakat, arahan RPJPD 2025-2045, sebagai dasar acuan untuk penyusunan RPJMD, sebagai tolak ukur pelaksanaan evaluasi kinerja pemerintah daerah. RPJPD merupakan pedoman untuk pelaksanaan pembangunan daerah. Memeperhatikan kondisi wilayah Kab. Kotabaru. Kendala salah satunya ada pada luas wilayah yang terbagi menjadi 2 wilayah, panjang jalan 1205 km, jalan yang baik sekitar 70%, pertumbuhan ekonomi didukung penuh oleh infrastruktur yaitu pada kondisi jalan. Permasalahan pertanian, bidang Perkebunan agar dibentuk SKPD tersendiri. Pangan, kedaulatan dan ketahanan pangan, satu data untuk data pertanian, pengadaan bibit yang sesuai dengan kondisi lahan. Agrobisnis masih belum terlihat capaiannya. Urusan Pendidikan, infastruktur pendidikan masih belum memadai, 1 desa 1 sarjana 1 ulama yang akan dibiayai dengan APBD. Urusan Kesehatan, keluhan Masyarakat yang tidak termasuk dalam PBI sehingga tidak terlayani dengan baik, Solusi dengan perbaikan data, dana pendampingan kesehatan. Rumah Sakit, 28 puskesmas, kekurangan tenaga dokter. Pulaulaut, banjir dan kekeringan, perencanaan untuk penataan dalam kota untuk drainase. Penanganan jangka panjang, pembuatan kanal/waduk di wilayah desa Dirgahayu (Kodim, Kantor Kemenag, Kantor Kejaksaan) dan sekalian juga dijadikan RTH. Penyiapan air baku dengan dana kompensasi.
  4. Kepala Bappeda Kab. Kotabaru, Ir. Rurien Srihardjanti, MM, penyampaian paparan untuk Rancangan Awal RPJPD Kab. Kotabaru Tahun 2025-2045. Pengembangan kewilayahan, sigam pl utara, pariwisata, sebuku industri dan pariwisata, pangan industri pariwisata, KP maritim, wisata Bahari. S2TS (Stagen, Sebelimbingan, Tarjun, Serongga) adalah kawasan pengembangan, perkantoran parisiwata, bandara dan Kawasan indsutri. Sengayam Kawasan penyokong IKN.
  5. Kepala Bappeda Provinsi Kal-Sel, Dr. Ir. Ariadi Noor, M.Si, arahan RPJPD Kab. Kotabaru, agar RPJPD Kab. Kotabaru selaras dan serasi dengan RPJPD Provinsi. Bulan Agustus sudah jadi RPJPD definitif. Masih dilakukan proses penyesuaian dengan Kemendagri terkait  8 Misi, 17 Arah Kebijakan dan 45 Indikator untuk kedaerahan. Direncanakan membangun Pelabuhan baru di Mekarputih.
  6. Sekretaris DPMPTSP, Pak Fuad, kebijakan untuk investasi, UMKM dan kewenangan, duduk bersama untuk membuat peraturan kebijakan mempermudah investasi di Kotabaru
  7. Sekretaris Inspektorat, Pak M. Zen Noor, ketahanan energi, apakah dari internal atau dari pusat atau daerah lain. Ketahanan energi seperti apa yang dimaksud. Energi hijau, energi fosil menjadi energi terbarukan. Setiap kantor yang dibangun agar memiliki solar cell. Agar Kab. Kotabaru bisa memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal.
  8. Tanggapan dari Kepala Bappeda Kab. Kotabaru, masukan akan dijadikan sebagai bahan materi penyusunan dokumen, pengembangan pemasaran untuk UMKM. Agar bisa diakomodir dalam Renja DPMPTSP. Perbaikan infrastruktur untuk menarik para investor. Sudah mulai melakukan kajian untuk energi terbarukan seperti energi bayu dan selanjutnya agar bisa diimplementasikan.
  9. Tanggapan dari Ibu Herlina, SE energi bayu akan dijadikan sebagai pilot project di Kab. Kotabaru. Untuk lebih detailnya akan menjadi bahan diskusi kemudian.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *