frame bappeda(1)

Rencana Koordinasi dan Konsultasi Kajian Hukum dan Ekonomi terhadap Kerjasama Operasional di Kabupaten Kotabaru

Pada Hari Selasa Tanggal 05 Desember 2023 di Ruang Kerja Kepala Bappeda Lantai III telah dilaksanakan Rapat Koordinasi dan Konsultasi Kajian Hukum dan Ekonomi terhadap Kerjasama Operasional di Kabupaten Kotabaru.

Adapun Hasil Rapat tersebut ialah :

Kajian Hukum dan Ekonomi terhadap Kerjasama Operasional

Kotabaru adalah kabupaten di Kalimantan Selatan yang memiliki perkembangan perekonomian pesat, terutama didukung sektor pertambangan, kelautan, pertanian, dan pariwisata. Kemampuan sumber daya ekonomi, pergeseran, dan struktur ekonomi di Kabupaten Kotabaru menunjukkan persentase tinggi, yakni 33.8% di tahun 2021, dengan angka pertumbuhan industri terus meningkat dari tahun ke tahun. Kerjasama operasi (KSO) menjadi salah satu aspek penting yang dapat turut menentukan arah dan keberhasilan pembangunan Kabupaten Kotabaru.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa penting bagi perusahaan melakukan KSO secara detail dan transparan. Untuk mengetahui lebih lanjut maka terdapat ketentuan atau kualifikasi usaha yang dapat melakukan KSO. Hal ini tercantum dalam pasal 13, sebagai berikut:

1. Memiliki kualifikasi usaha besar dengan kualifikasi usaha besar;

2. Memiliki kualifikasi usaha menengah dengan kualifikasi usaha menengah;

3. Mempunyai kualifikasi usaha besar dengan kualifikasi usaha menengah; atau

4. Memiliki kualifikasi usaha menengah dengan kualifikasi usaha kecil.

 Namun demikian, terdapat dua kerja sama operasi yang tidak dapat dilaksanakan yaitu:

1. Penyedia kualifikasi usaha besar dengan kualifikasi usaha kecil; dan

2. Penyedia kualifikasi usaha kecil dengan kualifikasi usaha kecil.

Jika hendak melalukan kerja sama operasi, salah satu badan usaha anggota kerja sama operasi harus menjadi leadfirm.Leadfirm kerja sama operasi harus memiliki kualifikasi setingkat atau lebih tinggi dari badan usaha anggota kerja sama operasi dengan porsi modal mayoritas dan paling banyak 70% (tujuh puluh persen). Jumlah anggota kerja sama operasi dapat dilakukan dengan indikator:

1. Pekerjaan yang bersifat tidak kompleks dibatasi paling banyak 3 (tiga) perusahaan dalam 1 (satu) kerja sama operasi; dan

2. Pekerjaan yang bersifat kompleks dibatasi paling banyak 5 (lima) perusahaan dalam 1 (satu) kerja sama operasi.

KSO merupakan istilah yang mengacu pada kerjasama operasional yang terjalin antara dua perusahaan atau lebih dalam menyelesaikan suatu proyek. Pada umumnya perusahaan atau badan usaha melakukan kerjasama operasional ini untuk memperluas wilayah usaha serta meningkatkan kualitas mutu yang dihasilkan dari proyek yang dijalankan. Adapun keuntungan dari Kerjasama Operasional ini yaitu:

  1. Terciptanya hubungan baik antar badan usaha
  2. Memperolah keuntungan bersama-sama
  3. Investasi

Adapun kelemahan/kerugian dari Kerjasama Operasional ini yaitu:

  1. Berpotensi kerusakan lahan di daerah tersebut
  2. Tanggung jawab yang tidak terbatas, maksudnya dalam kerjasama operasional ini melibatkan 2 badan usaha yang melakukan perjanjian. Sehingga ada dua kepentingan sehingga dalam menentukan kebijakan harus mendapatkan persetujuan kedua belah pihak
  3. Resiko adanya pihak yang wanprestasi (ingkar janji)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *